Di sebuah kafe kecil di sebuah kota yang juga kecil di pulau yang tidak bisa dibilang besar alias "kecil" juga, segalanya dimulai, jalannya cerita ini dimulai. Berawal dari pandangan mata ke secangkir Darjeeling Tea yang berwarna keemasan, ingin menulis semuanya tentang dunia ini, diawali dari darjeeling tea. jenis minuman teh ini memang asing di telinga awam macam saya, hal itu menggelitik keingininan untuk semakin tahu apa rahasia yang tersembunyi dari kepengetahuanku dibalik darjeeling tea ini.
dengan mengutip dari berbagai sumber, izinkan saya untuk menceritakan kepada kalian, apa itu Darjeeling Tea.
dengan mengutip dari berbagai sumber, izinkan saya untuk menceritakan kepada kalian, apa itu Darjeeling Tea.

Darjeeling tea
di cafe imut ini dapat ditemukan dalam 2 merk, twinings (kayaknya ini merk mapan deh, dimana2 kedengeran) dan dilmah (made in srilanka), mungkin di kafe2 di kota besar akan ditemukan lebih banyak merk lagi, darjeeling tea itu sendiri adalah jenis teh hitam yang berasal dari suatu daerah di India sana yang bernama Darjeeling, yang terletak di wilayah West Bengal, India. Teh jenis ini mendapat kelas yang istimewa di hati para pecinta teh, terutama mereka yang datang dari "background" britania raya (termasuk daerah jajahannya). Dikenal memiliki rasa yang khas menurut para ahli teh (padahal menurut saya sih sama aja
rasa tehnya, yah mungkin masih pecinta teh level pemula), katanya sih ada rasa musky, floral, dan menurut saya pribadi rasa teh yang satu ini , ringan.dihasilkan dari tanaman teh dengan nama ilmiah camellia sinensis, dengan daun yang tidak lebar.Konon, apa yang membuat teh ini terasa instimewa adalah karena kondisi geografis Darjeeling yang khas, dengan "dihajar" hujan, panas matahari, dan dibalut dengan kabut yang sering menyelimuti daerah ini, menjadikan tanaman teh yang tumbuh didaerah ini dimanjakan kondisinya, dengan kata lain, kondisi itu adalah surga bagi tanaman teh tersebut, ditambah lagi dengan kondisi tanah yang subur dan tingkat kemiringan tipikal daerah perbukitan yang menjadikannya sebagai drainase alami atas curah hujan yang melimpah menjadikan daun-daun teh di Darjeeling menjadi "gemuk". dan pastinya, dengan segala keunggulan ini, Darjeeling Tea adalah sebuah identitas tersendiri dari sebuah teh, seperti champagne (sampanye) yang merupakan sebuah prestise dari daerah champagne di Perancis, demikianlah juga dengan Darjeeling Tea. Dengan demikian, secangkir teh hitam (black tea) tidak dapat dikatakan jenis darjeeling tea jikalau daun teh yang digunakannya bukan berasal dari daerah Darjeeling karena (menurut para ahli
teh yang lidahnya sudah amat teramat peka itu) rasanya pasti tidak bisa menipu.Dengan banyaknya misteri yang masih tersimpan dan cerita-cerita yang layak di dengar dari jenis teh ini, maka mempelajarinya adalah seperti mempelajari kehidupan yang akan menarik jika dibiarkan terus berjalan dengan melibatkan setiap cabang-cabang yang akan terlibat didalamnya.Ingin menikmati indahnya hidup, bagaimana dengan secangkir Darjeeling Tea hangat?
bukan sesuatu yang buruk untuk memulai semuanya.
rasa tehnya, yah mungkin masih pecinta teh level pemula), katanya sih ada rasa musky, floral, dan menurut saya pribadi rasa teh yang satu ini , ringan.dihasilkan dari tanaman teh dengan nama ilmiah camellia sinensis, dengan daun yang tidak lebar.Konon, apa yang membuat teh ini terasa instimewa adalah karena kondisi geografis Darjeeling yang khas, dengan "dihajar" hujan, panas matahari, dan dibalut dengan kabut yang sering menyelimuti daerah ini, menjadikan tanaman teh yang tumbuh didaerah ini dimanjakan kondisinya, dengan kata lain, kondisi itu adalah surga bagi tanaman teh tersebut, ditambah lagi dengan kondisi tanah yang subur dan tingkat kemiringan tipikal daerah perbukitan yang menjadikannya sebagai drainase alami atas curah hujan yang melimpah menjadikan daun-daun teh di Darjeeling menjadi "gemuk". dan pastinya, dengan segala keunggulan ini, Darjeeling Tea adalah sebuah identitas tersendiri dari sebuah teh, seperti champagne (sampanye) yang merupakan sebuah prestise dari daerah champagne di Perancis, demikianlah juga dengan Darjeeling Tea. Dengan demikian, secangkir teh hitam (black tea) tidak dapat dikatakan jenis darjeeling tea jikalau daun teh yang digunakannya bukan berasal dari daerah Darjeeling karena (menurut para ahli
teh yang lidahnya sudah amat teramat peka itu) rasanya pasti tidak bisa menipu.Dengan banyaknya misteri yang masih tersimpan dan cerita-cerita yang layak di dengar dari jenis teh ini, maka mempelajarinya adalah seperti mempelajari kehidupan yang akan menarik jika dibiarkan terus berjalan dengan melibatkan setiap cabang-cabang yang akan terlibat didalamnya.Ingin menikmati indahnya hidup, bagaimana dengan secangkir Darjeeling Tea hangat?
bukan sesuatu yang buruk untuk memulai semuanya.

