Friday, February 27, 2009

Di sebuah kafe kecil di sebuah kota yang juga kecil di pulau yang tidak bisa dibilang besar alias "kecil" juga, segalanya dimulai, jalannya cerita ini dimulai. Berawal dari pandangan mata ke secangkir Darjeeling Tea yang berwarna keemasan, ingin menulis semuanya tentang dunia ini, diawali dari darjeeling tea. jenis minuman teh ini memang asing di telinga awam macam saya, hal itu menggelitik keingininan untuk semakin tahu apa rahasia yang tersembunyi dari kepengetahuanku dibalik darjeeling tea ini.
dengan mengutip dari berbagai sumber, izinkan saya untuk menceritakan kepada kalian, apa itu Darjeeling Tea.









Darjeeling tea




di cafe imut ini dapat ditemukan dalam 2 merk, twinings (kayaknya ini merk mapan deh, dimana2 kedengeran) dan dilmah (made in srilanka), mungkin di kafe2 di kota besar akan ditemukan lebih banyak merk lagi, darjeeling tea itu sendiri adalah jenis teh hitam yang berasal dari suatu daerah di India sana yang bernama Darjeeling, yang terletak di wilayah West Bengal, India. Teh jenis ini mendapat kelas yang istimewa di hati para pecinta teh, terutama mereka yang datang dari "background" britania raya (termasuk daerah jajahannya). Dikenal memiliki rasa yang khas menurut para ahli teh (padahal menurut saya sih sama aja
rasa tehnya, yah mungkin masih pecinta teh level pemula), katanya sih ada rasa musky, floral, dan menurut saya pribadi rasa teh yang satu ini , ringan.dihasilkan dari tanaman teh dengan nama ilmiah camellia sinensis, dengan daun yang tidak lebar.Konon, apa yang membuat teh ini terasa instimewa adalah karena kondisi geografis Darjeeling yang khas, dengan "dihajar" hujan, panas matahari, dan dibalut dengan kabut yang sering menyelimuti daerah ini, menjadikan tanaman teh yang tumbuh didaerah ini dimanjakan kondisinya, dengan kata lain, kondisi itu adalah surga bagi tanaman teh tersebut, ditambah lagi dengan kondisi tanah yang subur dan tingkat kemiringan tipikal daerah perbukitan yang menjadikannya sebagai drainase alami atas curah hujan yang melimpah menjadikan daun-daun teh di Darjeeling menjadi "gemuk". dan pastinya, dengan segala keunggulan ini, Darjeeling Tea adalah sebuah identitas tersendiri dari sebuah teh, seperti champagne (sampanye) yang merupakan sebuah prestise dari daerah champagne di Perancis, demikianlah juga dengan Darjeeling Tea. Dengan demikian, secangkir teh hitam (black tea) tidak dapat dikatakan jenis darjeeling tea jikalau daun teh yang digunakannya bukan berasal dari daerah Darjeeling karena (menurut para ahli
teh yang lidahnya sudah amat teramat peka itu) rasanya pasti tidak bisa menipu.Dengan banyaknya misteri yang masih tersimpan dan cerita-cerita yang layak di dengar dari jenis teh ini, maka mempelajarinya adalah seperti mempelajari kehidupan yang akan menarik jika dibiarkan terus berjalan dengan melibatkan setiap cabang-cabang yang akan terlibat didalamnya.Ingin menikmati indahnya hidup, bagaimana dengan secangkir Darjeeling Tea hangat?
bukan sesuatu yang buruk untuk memulai semuanya.

Saturday, January 03, 2009

Hari kedua 2009, pagi hari, berteman seloyang kue tart yang baru om makan 1 potong kecil dan segelas teh manis panas tubruk.jreeng... indah nian pagi ini, suasana yang sungguh mendukung untuk menyusun suatu perencanaan hari ini, di tahun baru ini enaknya apa yang bakal direncanakan ya? ah lupakan dulu semua perencanaan itu, gimana kalo topiknya kita ganti ke peramalan. berhubung akhir dan awal tahun ini job sebagai peramal sedang laku keras, maka ga ada salahnya om mencoba untuk ikutan berkecimpung di lapangan usaha yang satu ini. apa yang mau om ramal? berhubung masih pemula, kayaknya om mau meramal tentang kecendrungan temen-temen sebaya om yang akan menikah di tahun 2009 ini, waah.. lagi-lagi om telat dan kesusul (karena di tahun ini pun om belum punya rencana untuk kearah situ), setelah di akhir tahun 2008 kemaren ibarat air menetes, ada satu atau dua teman om yang menikah, nah tahun 2009 ini, ibaratnya bendungan itu telah jebol, bol, bol, makin banyak yang terang-terangan (malah dengan bangganya) mendeklarasikan diri akan menikah. memang sih, mereka ga salah, karena disatu sisi itu memang hak mereka dan didukung pula usia mereka memang telah sangat mapan untuk memasuki babak baru kehidupan itu, namun, "om jangan ditinggal sendirian doonk", om makin kehilangan teman-teman untuk bersenang-senang, om sekarang harus nyari kesenangan itu sendiri tanpa mereka, uughh.. keadaan yang sangat mengerikan untuk dibayangkan oleh om saat ini, Life's goes on Om!!! betul juga, kalo om merenungkan lirik nyanyiannya dek Lee ann rimes, makanya itu om harus membuat perencaan sematang mungkin untuk setahun kedepan ini, eh iya, ntar dulu, sebenarnya buat om sendiri momen tahun baru ini ga terlalu banyak berarti lho, percaya atau ngga, om seumur hidup hampir tak pernah merasakan lewat tengah malam tahun baru, kenapa om? abis berisik, om pernah sih melewatkannya, tapi di sebuah pulau terpencil di Nusa tenggara sana, kalau suasananya kayak gitu, baru om suka, tenang , teduh, nah.. kembali ke momen tahun baru ini, om cuma mengambil momen untuk evaluasi dan replan hidup om setaun kedepan, ya karena angkanya bagus aja om suka dengan tanggal ini. yah.. goodluck aja semua, live your life more more fullest in a years ahead...
capek deh.. om sekarang dah 2 hari di jakarta terhitung mulai hari natal kemarin, tapi bukan karena itu om pulang ke jakarta, tapi karena memang ingin menjalani hidup yang lebih mobile. alangkah nikmatnya jika dalam hidup ini jarak ada dalam genggaman tangan kita, ah om ini memang paling bisa mengada-ngada. saat ini, ingin om tulis semua yang om rasain di hati om, ugh.. intinya si lagi bahagia, walaupun ada juga sedikit perasaan cemas didalamnya. eh, besok om dah harus ke bandung, buat ketemu temen2 lama om, sekalian nengokin mojang-mojang bandungnya, hmm.. moga dapet kejaring satu ato dua (ikan kali ya), tapi om berusaha untuk menikmati hidup yang seperti ini, om pingin nulis terus tentang semuanya, tentang apa yang om lihat dengar dan rasakan, ahh om memang melankolis, terlalu romantis mungkin, ato terlalu dramatis, yang pasti om punya banyak cerita buat diceritakan, tapi jangan berharap semuanya seru, karena kehidupan om adalah kehidupan nyata tanpa rekayasa, semuanya plain dan apa adanya, tanpa tambahan gula, garam, atau bumbu penyebab lainnya. om kepingin menulis sebanyak-banyak nya selagi memang masih dikasi kesempatan untuk menulis. ceritanya salah satunya, kemarin om hampir aja ketinggalan penerbangan pesawat garuda dari pulau cabe menuju jakarta, ceritanya om mempercayakan untuk dibangunkan pagi-pagi (jam setengah 5) kepada rekan om, namun rupanya rekan om itu kebluk, jadi ya bablas sampe jam 5 seperapat, untungnya waktu tempuh rumah - bandara cuma 10-15menit, deket banget kan? makanya asik, tinggal di pulau cabe itu, semuanya ada dan tersedia, om betah banget ada di sana, cuma karena untuk perkembangan bisnis dan karier aja om terkadang mondarpmandir di jakarta. om sekarang kegerahan nih, pingin mandi dulu ah...
eh iya.. kira-kira besok enaknya naik kereta apa ya kebandung (om dah lama ga naik kereta), parahyangan ato argo.. enaknya gimana????? om agak depresi kalo mikirin itu semua..
Bandung, Paris van Java, kota dengan sejuta pesona yang pernah dicoreng dengan masalah sampah ini kemarin kembali om kunjungi selama 2 hari 2 malam, om memang selalu menyimpan kesan tersendiri kepada kota kembang ini, terutama kepada para mojang - mojang pariangannya, bukan sesuatu yang baru untuk dibicarakan memang, tapi demikianlah kenyataannya, cuma Yogyakarta yang bisa menyaingi keelokan para bidadari parahiyangan ini, selain itu, om juga suka untuk nongkrong-nongkrong di Bandoengse Melk Central (kalo ga salah ngetik, tapi intinya ya kayak gitu), cafe yang menyediakan berbagai jajanan nikmat, dengan menu utama segala sesuatu yang berbahan dasar susu, tapi sebagai kredit, di tempat ini saya memilih pisang goreng dan susu coklat sebagai primadona yang harus dicoba. Om cinta dengan nafas kreativitas yang amat jelas menghembus kuat dari para muda-mudi (ataupun mereka yang berjiwa muda) ibukota jawa barat ini, industri kreatif yang pernah diulas secara khusus di sebuah surat kabar nasional, kemarin om buktikan sendiri, dari sudut musik sampai emperan distro factory outlet dengan warna-warna yang beragam betul-betul membuat layak kota bandung dijuluki sebagai kota kembang, kehidupan benar-benar "hidup" di kota ini, mungkin hanya kemacetan akut yang menodai kesan indah om terhadap kota ini, libur panjang membuat kota kecil ini dipadati mobil-mobil pendatang, sebuah PR untuk pemkot untuk bisa menyiasatinya.

Tuesday, December 23, 2008

sebuah pesta perpisahan baru saja dilakukan di Gili Trawangan yang indah itu, sebuah pulau terpencil, tanpa kendaraan bermotor (namun ada PLTD nya), dilakukan juga di sebuah villa mahal nan imut, bersama kawan-kawan, menghabiskan waktu secara hedon, ugh, segalanya dilakukan dengan gratis, tidak membuat diri ini terpuaskan.
Bulan di akhir tahun ini memang dijalani oleh diriku tidak seperti diriku yang biasanya menjalaninya, biasanya kulalui hidup ini dengan sederhana, namun kali ini semuanya berjalan sebaliknya, tak ada hari tanpa hura-hura, semuanya bermuara pada kesenangan duniawi, namun kusadari juga semua itu berjalan tanpa arah-tujuan yang jelas. Biar itu semua berlalu dan akan terus berlalu, kehidupan malam yang dulu asing bagiku saat ini pelan tapi pasti mulai menggerayangiku sambil melayangkan segala bujuk rayu yang membuat diriku ini semakin mendekat kepadanya.
Hedonisme.. kapankah kau akan pergi dari diri ini, saat diri ini mulai lelah dengan kehadiranmu, saat itu pula kau semakin merekatkan pelukmu kepada diriku.
pagi hari adalah segala tempat mengenai keoptimisan, hukum alamnya mengatakan demikian, tapi tidak dengan pagi ini, hidupku berjalan tanpa arah, tidak sejalan dengan cita-cita, segala materi tidak bisa menyulap munculnya sebuah kebahagiaan, terkadang kita memang harus berani keluar dari kepompong yang membuai.

Friday, December 19, 2008

Tidak menjadi diri sendiri adalah sesuatu yang paling tidak menyenangkan selama menjalani hidup ini, mati-matian menempuh pendidikan bertahun-tahun hanya untuk hidup dalam topeng..

saya ingin menjadi diri saya yang sebenar-benarnya.

Thursday, December 11, 2008

Hari ini pekerjaan kantor benar-benar meremukkan tulang saya, mungkin ini saya mengatakannya sudah dalam konteks yang sebenarnya, karena memang rasanya memang remuk tulang ini dibuatnya, dari pukul 8.00-17.00 bekerja duduk dibalik layar komputer, menghadapi klien (yang kadang memang amat menyebalkan), belum lagi jika menghadapi bos, aduh, masalah memang seakan datang silih berganti tanpa berhenti.
Saya heran dengan perkembangan hidup saya sampai saat ini, mengapa ya, kok saya bisa terkungkung atau terpenjara dalam kehidupan 8-5 ini, selalu ada kerangka 9 jam sehari dalam kelelahan. yang mana dalam sebulan (sabtu-minggu libur, sehingga dikalikan 20) menjadi 180 jam, atau dalam setahun berarti menjadi 180x12=2160 jam!!!
bah!! macam mana pula duniaku ini!! bagaimana saya bisa menjalaninya selama 15 tahun ini tanpa menyadari hal itu, hidup dalam suatu kerangka kepatuhan, ingin rasanya bebas!! lepas dari itu semua, lepas dari rutinitas. hidup hanya berdasarkan aturan hidup yang diinginkan sendiri, dan karena saya sudah berada dalam perangkap sistem ini..
terpasa saya memerlukan pelarian, yang gak lain dan gak bukan adalah dunia malam, bukannya apa-apa, karena hanya malam hari saya bisa menjadi diri saya yang sebenarnya, menjadi diri saya yang saya inginkan tanpa ada yang mengatur, melakukan apa yang memang saya inginkan.
malam ini saya mau main Billiard, walaupun saya tidak jago dalam hal ini, perut saya agak sebah sehabis pesan delivery order KFC, saya hanya suka kulit "kriuk" nya.
Malam ini saya mau main Billiard, lari sejenak dari kepenatan, tempat billiardnya berada di pinggir pantai nan eksotis. ahhh... tenang... hidup sesuai pilihan... walau hanya bisa di malam hari.

Friday, November 28, 2008

Masalah kehidupan malam..

Saya suka live Music (salah satunya), mengenai tempat, tak ada suatu tempat yang favorit. Fanatik pada satu tempat bukanlah sifat saya, hanya saja selama ada satu tempat yang bisa menyediakan segala yang sesuai dengan keinginan saya, sementara tempat lain tidak / belum bisa memberikan sesuatu yang lebih baik, maka saya tidak akan beranjak dari tempat saya duduk kemarin malam.

sejauh ini, tempat dengan jumlah customer yang agak berlebihan bukanlah suatu pilihan untuk saya, interior dengan unsur batu mayoritas lebih saya utamakan, koleksi minuman datang kemudian seiring dengan kualitas band.

sejauh ini, baru muncul satu nama di benak saya yang mendekati kriteria-kriteria itu.

Tuesday, November 25, 2008


Malam ini saya sanggup menghabiskan 3/4 shot kopi espresso pekat.. setelah hanya mampu 1/4 pada minggu sebelumnya.
Tambah Video

lumayan untuk pemula (yang agak telat memulainya) seperti saya ini..

next time harus taklukkan 1 shot...
hidup kopi!!!